Ende, 18
Juni 2026 – Relawan Kemanusiaan Flores (RKF) dan Sekolah Tinggi Pembangunan
Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende terus memperkuat kolaborasi dalam upaya
pemberdayaan masyarakat dan perlindungan kelompok rentan. Komitmen tersebut
kembali diwujudkan melalui pertemuan awal persiapan pembekalan mahasiswa Kuliah
Kerja Nyata (KKN) yang akan ditempatkan di lima desa dampingan RKF di Kabupaten
Ende.
Kegiatan
ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian
Kerja Sama (PKS) yang telah ditandatangani oleh kedua lembaga beberapa waktu
lalu. Dalam kerja sama tersebut, RKF dan STPM Santa Ursula Ende bersepakat
membangun sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada
masyarakat, serta penguatan kapasitas mahasiswa melalui keterlibatan langsung
dalam berbagai isu sosial dan kemanusiaan.
Melalui
program KKN ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi
juga memperoleh ruang belajar yang kontekstual di tengah masyarakat. Kehadiran
mahasiswa di desa-desa dampingan RKF diharapkan mampu memperkuat upaya
pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung kerja-kerja perlindungan perempuan
dan anak yang selama ini telah dijalankan oleh komunitas setempat.
Dalam
pertemuan persiapan tersebut, RKF dan STPM menyepakati bahwa pembekalan
mahasiswa KKN akan dilaksanakan pada 28–29 Juni 2026, dengan materi yang
berfokus pada Hak Asasi Manusia (HAM), perlindungan perempuan dan anak,
kesetaraan gender, disabilitas, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta
Kekerasan Gender Berbasis Online (KGBO).
Selain itu,
kedua lembaga juga akan mengadakan pertemuan koordinasi secara daring pada 3
Juli 2026 untuk membahas persiapan asesmen desa dampingan. Asesmen ini menjadi
langkah awal untuk memastikan program KKN yang dijalankan mahasiswa benar-benar
sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
Sebanyak
tujuh mahasiswa direncanakan akan ditempatkan di Desa Dile, Desa Turunalu, Desa
Wolokaro, Desa Tendambepa, dan Desa Woloaro. Kelima desa tersebut merupakan
wilayah dampingan RKF yang telah memiliki Lembaga Berbasis Komunitas (LBK) dan Self
Help Group (SHG) sebagai wadah masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan
kekerasan terhadap perempuan dan anak.
LBK dan SHG
nantinya akan menjadi mitra mahasiswa selama menjalankan KKN. Melalui
kolaborasi tersebut, mahasiswa dapat belajar langsung mengenai praktik
pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, sementara masyarakat memperoleh
dukungan tambahan dalam berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi, dan
pendampingan.
Sebagai bagian dari persiapan lapangan, dosen STPM bersama staf RKF juga akan melaksanakan survei awal (baseline survey) ke lima desa dampingan. Survei ini bertujuan memetakan kondisi sosial masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan yang ada, serta menjadi dasar penyusunan program KKN yang relevan dan berdampak.
Melalui kolaborasi ini, RKF dan STPM Santa Ursula Ende berharap dapat menghadirkan proses pembelajaran yang lebih transformatif, di mana mahasiswa, komunitas, dan lembaga dapat saling belajar serta bekerja bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, aman, dan bermartabat.