(0382) 23726, +62 812-3784-9185
RKF dan STPM Santa Ursula Ende Matangkan Persiapan KKN di Desa Dampingan

RKF dan STPM Santa Ursula Ende Matangkan Persiapan KKN di Desa Dampingan

  • Kategori: Berita
  • Tanggal 15-06-2026

Ende, 18 Juni 2026 – Relawan Kemanusiaan Flores (RKF) dan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende terus memperkuat kolaborasi dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan perlindungan kelompok rentan. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui pertemuan awal persiapan pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan ditempatkan di lima desa dampingan RKF di Kabupaten Ende.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah ditandatangani oleh kedua lembaga beberapa waktu lalu. Dalam kerja sama tersebut, RKF dan STPM Santa Ursula Ende bersepakat membangun sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kapasitas mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam berbagai isu sosial dan kemanusiaan.

Melalui program KKN ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga memperoleh ruang belajar yang kontekstual di tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa di desa-desa dampingan RKF diharapkan mampu memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung kerja-kerja perlindungan perempuan dan anak yang selama ini telah dijalankan oleh komunitas setempat.

Dalam pertemuan persiapan tersebut, RKF dan STPM menyepakati bahwa pembekalan mahasiswa KKN akan dilaksanakan pada 28–29 Juni 2026, dengan materi yang berfokus pada Hak Asasi Manusia (HAM), perlindungan perempuan dan anak, kesetaraan gender, disabilitas, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta Kekerasan Gender Berbasis Online (KGBO).

Selain itu, kedua lembaga juga akan mengadakan pertemuan koordinasi secara daring pada 3 Juli 2026 untuk membahas persiapan asesmen desa dampingan. Asesmen ini menjadi langkah awal untuk memastikan program KKN yang dijalankan mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.

Sebanyak tujuh mahasiswa direncanakan akan ditempatkan di Desa Dile, Desa Turunalu, Desa Wolokaro, Desa Tendambepa, dan Desa Woloaro. Kelima desa tersebut merupakan wilayah dampingan RKF yang telah memiliki Lembaga Berbasis Komunitas (LBK) dan Self Help Group (SHG) sebagai wadah masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

LBK dan SHG nantinya akan menjadi mitra mahasiswa selama menjalankan KKN. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa dapat belajar langsung mengenai praktik pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, sementara masyarakat memperoleh dukungan tambahan dalam berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi, dan pendampingan.

Sebagai bagian dari persiapan lapangan, dosen STPM bersama staf RKF juga akan melaksanakan survei awal (baseline survey) ke lima desa dampingan. Survei ini bertujuan memetakan kondisi sosial masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan yang ada, serta menjadi dasar penyusunan program KKN yang relevan dan berdampak.

Melalui kolaborasi ini, RKF dan STPM Santa Ursula Ende berharap dapat menghadirkan proses pembelajaran yang lebih transformatif, di mana mahasiswa, komunitas, dan lembaga dapat saling belajar serta bekerja bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, aman, dan bermartabat.

Bagikan

Komentar