TRUK F Maumere menyepakati visi
pelayanan lima tahun ke depan, yakni “TRUK F Pembebas Perempuan dan Anak”,
dalam kegiatan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Pelayanan 2026–2030 yang
dilaksanakan pada 29 Januari 2026. Kegiatan yang
berlangsung di Aula
Eustochia TRUK F Maumere ini menjadi momentum penting dalam menegaskan arah
pelayanan TRUK F yang berakar pada iman, analisis sosial, dan keberpihakan pada
kelompok paling rentan.
Pertemuan ini
masih setia diikuti oleh sejumlah peserta dari sejak hari-hari sebelumnya.
Namun, kali ini menghadirkan
sejumlah narasumber berbeda,
yakni Pater Lukas Jua, SVD sebagai narasumber pertama dan Pater Hubert Thomas,
SVD sebagai narasumber kedua.
Selain itu, turut pula
hadir Pater Ignasius
Ledot, SVD. Pertemuan ini
merupakan kelanjutan dari refleksi biblis yang telah dilaksanakan sebelumnya
dan kini diperdalam untuk diterjemahkan dalam kerangka perencanaan strategis
lembaga.
Dalam refeksi biblis yang
bawakannya, Pater Lukas Jua, SVD mengajak peserta untuk melihat panggilan
pelayanan sebagai wujud melaksanakan kehendak Allah dalam konteks sosial misi,
dengan mengintegrasikan analisis sosial dan Kitab Suci. Ia menegaskan
pentingnya keyakinan iman dengan meneladani keberanian Nabi Yeremia, serta
menimba kekuatan dari Yesus, Nabi dari Nazaret. Ia menambahkan
bahwa iman yang hidup,
sebagaimana ditegaskan dalam 1 Yohanes 5:5, menjadi dasar bagi perjuangan
melawan ketidakadilan dan penindasan yang dialami perempuan dan anak.
Sementara itu, Pater Hubert Thomas,
SVD memaparkan kerangka dasar Renstra TRUK F Maumere 2026–2030, dengan menyoroti potret buram
sosial yang akan menjadi medan pelayanan TRUK F lima tahun ke depan. Potret
tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya kepedulian
negara, melemahnya peran agama, lemahnya kapasitas TRUK F dan jejaring NGO
dalam mempromosikan hidup yang bermartabat, serta kerapuhan warga, khususnya
perempuan dan anak.
Berangkat dari refleksi iman
tentang Allah yang peduli pada penderitaan umat-Nya, peserta diajak untuk
menyadari bahwa
kepedulian Allah harus diwujudkan dalam kepedulian konkret terhadap sesama,
terutama mereka yang paling rentan, sekaligus mendorong tanggung jawab terhadap
kelestarian lingkungan hidup. Nilai-nilai dasar seperti belas kasih, keadilan,
kesetaraan, persaudaraan, saling menghormati, kerja sama, keberanian, tanggung
jawab, dan cinta terhadap alam ditegaskan sebagai pedoman utama dalam penyusunan
Renstra.
Proses penyusunan Renstra kemudian
dilanjutkan dengan pembentukan kelompok kerja untuk merumuskan program-program
strategis TRUK F. Diskusi kelompok dilakukan dengan pendekatan yang
memperhatikan proses, efektivitas, dampak, dan efisiensi, serta mengikuti panduan
matrix program yang mencakup masalah pokok, sebab kunci, isu strategis, pesan
teologis, visi, misi, program, tujuan, sasaran, dan kegiatan.
Dari seluruh rangkaian refleksi,
diskusi, dan perumusan bersama tersebut, peserta akhirnya menyepakati visi
“TRUK F Pembebas Perempuan dan Anak” sebagai arah utama pelayanan TRUK F
Maumere periode 2026–2030. Visi ini dijabarkan dalam empat misi strategis,
yakni Pemberdayaan TRUK
F melalui penguatan staf dan organisasi, pemberdayaan warga komunitas dampingan,
Penguatan jejaring dengan Gereja lokal, agama-agama lain, dan organisasi mitra, serta
yang terakhir advokasi kebijakan publik demi perlindungan dan pemenuhan
hak perempuan dan anak.
Seluruh visi
dan misi tersebut bertumpu pada Kerajaan Allah yang membebaskan, sebagai sumber
inspirasi dan arah dasar pelayanan TRUK F Maumere dalam memperjuangkan
kehidupan yang bermartabat, adil, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak.