(0382) 23726, +62 812-3784-9185
Refleksi Biblis Mewarnai Penyusunan Renstra TRUK F Maumere Hari Ketiga

Refleksi Biblis Mewarnai Penyusunan Renstra TRUK F Maumere Hari Ketiga

  • Kategori: Berita
  • Tanggal 29-01-2026

Maumere, 28 Januari 2026, proses penyusunan Rencana Strategis (Renstra) TRUK F Maumere hari ketiga berlangsung dalam suasana reflektif dan mendalam di Aula Eustochia TRUK F Maumere. Wajah-wajah yang sama masih terlihat di pertemuan hari ketiga ini, antara lain Pater Hubert Thomas, SVD, Pater Marselinus Vande Raring SVD, beberapa anggota JPIC SVD Ende, Suster Fransiska Imakulata, SSpS, para staf TRUK F Maumere–Ende, serta beberapa orang penyintas. Namun, ada pula sosok baru yang terlihat, yakni Pater Lukas Jua, SVD yang hadr sebagai narasumber.

Berbeda dari hari-hari sebelumnya, kegiatan hari ketiga difokuskan pada refleksi biblis sebagai dasar spiritual dan teologis dalam merumuskan arah Renstra TRUK F Maumere periode 2026–2030. Kegiatan ini diawali dengan pendalaman materi berupa refleksi biblis yang dibawakan oleh Pater Hubert, SVD.

Melalui bacaan dan pemaparan yang sistematis, Pater Hubert, SVD mengajak peserta untuk memahami secara mendalam apa itu refleksi biblis, peranan Sabda Allah dalam membaca realitas kehidupan, serta metode dan langkah-langkah refleksi biblis yang dapat digunakan untuk menanggapi persoalan-persoalan sosial. Ia menegaskan bahwa refleksi biblis bukan sekadar kegiatan rohani, melainkan sebuah proses iman yang membantu umat membaca realitas penderitaan manusia dalam terang Sabda Allah. “Sabda Allah tidak pernah jauh dari realitas manusia. Justru di sanalah Sabda menyapa luka, ketidakadilan, dan penderitaan, sekaligus menggerakkan kita untuk terlibat dalam karya pembebasan,” tegasnya.

Setelah mendalami materi refleksi biblis, peserta kemudian dibagi ke dalam dua kelompok untuk melakukan merefleksikan empat masalah pokok baru yang akan menjadi dasar penyusunan Renstra TRUK F Maumere 2026–2030, yaitu meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, meningkatnya jumlah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), meningkatnya kasus HIV dan AIDS, serta belum adanya kesadaran tentang kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup.

Dalam kerja kelompok, peserta merefleksikan masing-masing persoalan melalui delapan langkah refleksi biblis. Delapan langkah itu yakni mengidentifikasi pokok masalah, menemukan sebab kunci, menawarkan bacaan Kitab Suci, memilih bacaan yang relevan, mengemukakan alasan pemilihan teks, menganalisis teks dari segi sastra, menggali pesan teologis, serta merumuskan nilai-nilai yang menjadi dasar sikap dan tindakan pelayanan.

Proses refleksi ini membantu peserta mengaitkan pengalaman konkret para korban dan realitas sosial dengan Sabda Allah secara kritis, kontekstual, dan transformatif. Keterlibatan para penyintas dalam proses ini turut memperkaya refleksi, karena realitas penderitaan dan harapan mereka menjadi bagian penting dalam pembacaan teks Kitab Suci.

Seluruh rangkaian materi refleksi biblis hingga tahap kerja kelompok difasilitasi oleh Pater Hubert, SVD. Sementara pembahasan pleno atas hasil kerja kelompok dipandu dan didalami bersama Pater Lukas, SVD. Dalam sesi pleno, Pater Lukas, SVD menegaskan bahwa refleksi biblis perlu bermuara pada keberpihakan nyata terhadap korban dan komitmen pelayanan yang berkeadilan. “Renstra yang lahir dari refleksi biblis akan menuntun TRUK F untuk tetap setia pada misi pembelaan martabat manusia dan keutuhan ciptaan. Sabda Allah menjadi kompas yang meneguhkan arah pelayanan,” ungkap Pater Lukas, SVD.

Melalui kegiatan hari ketiga ini, TRUK F Maumere menegaskan komitmennya untuk menyusun Renstra yang tidak hanya berbasis analisis sosial dan kebutuhan lapangan, tetapi juga berakar kuat pada Sabda Allah. Refleksi biblis menjadi dasar spiritual yang menuntun TRUK F dalam merespons luka-luka zaman secara berani, manusiawi, dan penuh harapan.

(MARIA WIHELMI KRISNAWATI)

Bagikan

Komentar