(0382) 23726, +62 812-3784-9185
Di Pertemuan Hari Kedua, TRUK F Maumere Bedah Empat Akar Masalah Renstra Menggunakan Analisis Sosial

Di Pertemuan Hari Kedua, TRUK F Maumere Bedah Empat Akar Masalah Renstra Menggunakan Analisis Sosial

  • Kategori: Berita
  • Tanggal 27-01-2026

Di Pertemuan Hari Kedua, TRUK F Maumere Bedah Empat Akar Masalah Renstra Menggunakan Analisis Sosial

 

Selasa, 27 Januari 2026, penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Pelayanan TRUK F Maumere 2026–2030 memasuki hari kedua. Pertemuan yang berlangsung di Aula Eustochia TRUK F Maumere ini diisi oleh diskusi yang mendalam dan kritis. Pertemuan ini menghadirkan Pater Huber Thomas, SVD sebagai narasumber utama. Di samping itu, hadir pula Pater Marselinus Vande Raring sebagai relawan dari TRUK F, anggota JPIC SVD Ende, Suster Fransiska Imakulata, SSpS pimpinan TRUK F Maumere, para staf TRUK F Maumere-Ende, perwakilan Suster dari SSpS, serta beberapa penyintas yang dihadirkan oleh TRUK F.

Pertemuan kali ini diawali dengan pleno diskusi kelompok. Diskusi hari itu menjadi ruang berbagi pengalaman dan penyatuan pandangan atas realitas sosial yang sedang dan akan dihadapi dalam lima tahun ke depan. Dari proses refleksi bersama tersebut, peserta berhasil menyepakati empat masalah pokok baru yang akan menjadi fokus utama arah pelayanan TRUK F Maumere periode 2026–2030.

Keempat masalah tersebut meliputi meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, bertambahnya korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), meningkatnya kasus HIV dan AIDS, serta masih rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup. Pleno ini menjadi penting karena membantu peserta melihat persoalan-persoalan tersebut sebagai bagian dari krisis social, yang saling berkaitan dan berdampak langsung pada kelompok rentan.

Selepas pleno, pertemuan dilanjutkan dengan materi analisis sosial yang dibawakan oleh Pater Hubert Thomas, SVD. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa analisis sosial merupakan langkah mendasar bagi lembaga pelayanan agar tidak terjebak pada program yang bersifat reaktif dan karitatif semata. “Analisis sosial membantu kita membaca realitas secara jujur dan kritis. Pelayanan yang baik tidak dimulai dari program, tetapi dari keberanian melihat akar persoalan yang dialami masyarakat,” tegas Pater Hubert Thomas, SVD.

Dalam sesi ini, peserta diajak untuk menelusuri tahapan analisis sosial yang mencakup identifikasi masalah, pengelompokan masalah, serta analisis masalah secara mendalam. Penekanan khusus diberikan pada penetapan masalah pokok dan penelusuran sebab-sebab kunci yang melahirkan persoalan kekerasan, TPPO, HIV/AIDS, dan krisis lingkungan hidup.

Lebih lanjut, Pater Hubert juga mengingatkan bahwa banyak persoalan sosial lahir dari struktur yang tidak adil, budaya diam, relasi kuasa yang timpang, serta lemahnya kesadaran kritis masyarakat. “Kalau kita hanya menangani akibatnya, masalah akan terus berulang. Renstra ini harus berani menyentuh penyebabnya, sekalipun itu menuntut perubahan cara berpikir dan cara bekerja kita,” tambahnya.

Diskusi berlangsung aktif dan partisipatif, ditandai dengan keaktifan peserta untuk berbagi pengalaman serta memberikan analisis terhadap pelayanan TRUK F Maumere selama ini. Proses interaktif ini membantu lembaga untuk tidak hanya mencatat masalah, tetapi juga memetakan arah strategis pelayanan yang lebih kontekstual, berkelanjutan, dan transformatif.

Hari kedua penyusunan Renstra ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan TRUK F Maumere dalam menyusun arah pelayanan 2026–2030, dengan menempatkan analisis sosial sebagai fondasi utama. Melalui proses ini, TRUK F Maumere menegaskan komitmennya untuk terus berpihak pada martabat manusia, keadilan sosial, dan kelestarian ciptaan dalam setiap karya pelayanan.***

(MARIA WIHELMI KRISNAWATI)

Bagikan

Komentar