Berakar Pada Spirit Misi SVD–SSpS, TRUK F
Maumere Menyusun Rencana Strategis Pelayanan 2026–2030
Tim
Relawan untuk Keadilan dan Kemanusiaan Flores (TRUK F) Maumere menyelenggarakan
kegiatan Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Pelayanan 2026-2030. Kegiatan
ini yang berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026 bertempat
di Aula Eustochia TRUK F Maumere ini menjadi momen refleksi sekaligus perumusan
arah pelayanan TRUK F untuk lima tahun ke depan.
Berangkat
dari spiritualitas Missio Dei yang
dihidupi oleh Serikat Sabda Allah (SVD) dan
Suster-Suster Abdi Roh Kudus (SSpS), kegiatan penyusunan Renstra kali ini menghadirkan sejumlah wajah yang tidak asing dalam misi-misi kemanusiaan. Hadir Pater
Hubert Thomas H., SVD sebagai Relawan TRUK F, Pater Marselinus
Vande Raring, SVD sebagai anggota JPIC SVD, dan Suster
Fransiska Imakulata SSpS sebagai pemimpin TRUK F. Selain itu, kegiatan ini diikuti oleh sejumlah staf TRUK F
Maumere-Ende, dan beberapa penyintas, yang suaranya
dirindukan karena menyimpan berjuta pengalaman.
Dalam
suasana reflektif namun dinamis, peserta diajak menelusuri kembali realitas
sosial yang dihadapi masyarakat Flores, seperti persoalan perdagangan orang,
migrasi tidak aman, kekerasan berbasis gender, ketidakadilan struktural, serta
tantangan ekonomi dalam keluarga. Refleksi tersebut kemudian
diperdalam melalui diskusi kelompok dan pleno untuk merumuskan prioritas
pelayanan TRUK F selama lima tahun ke depan.
Pater
Hubert Thomas, SVD dalam refleksinya menegaskan bahwa
perencanaan strategis bukan sekadar soal program dan target, melainkan tentang
kesetiaan pada panggilan misi. “Pelayanan yang berakar pada Sabda harus berani
menyentuh realitas konkret manusia, terutama mereka yang terluka oleh
ketidakadilan.” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dengan
mengikuti pedoman misi SVD “Hidupnya adalah hidup kita, Misinya adalah misi
kita”.
Sementara
itu, Suster Fransiska Imakulata, SSpS
menekankan pentingnya Renstra. Ia bahkan
mengibaratkan Renstra bak sebuah kompas, yang menuntun arah
pelayanan
TRUK F ke depan. Oleh karena itu, menurutnya,
Renstra 2026-2030 harus lahir dari pengalaman nyata pendampingan, suara staf
lapangan, dan terutama suara penyintas. “Kita tidak hanya merancang program,
tetapi meneguhkan komitmen untuk terus berjalan bersama mereka yang berjuang
memulihkan martabar hidupnya” ujarnya.
Proses
penyusunan Renstra dilakukan secara partisipatif melalui refleksi bersama,
diskusi kelompok, dan perumusan isu-isu prioritas pelayanan, seperti pencegahan
dan penanganan perdagangan orang, pendampingan korban kekerasan, migrasi aman,
serta penguatan komunitas berbasis keadilan dan kemanusiaan. Pendekatan
refleksi–aksi menjadi ciri utama, sejalan dengan spiritualitas SVD–SSpS yang
membaca tanda-tanda zaman dalam terang iman.
Melalui
penyusunan Rencana Strategis Pelayanan 2026–2030 ini, TRUK F Maumere meneguhkan
diri sebagai pelaku misi yang terus bergerak, setia pada
panggilan Gereja dan spiritualitas SVD–SSpS, serta berkomitmen menjadi mitra
harapan bagi mereka yang suaranya kerap terpinggirkan. Dari refleksi iman
menuju aksi nyata, TRUK F melangkah bersama demi kemanusiaan yang lebih adil
dan bermartabat***