(0382) 23726, +62 812-3784-9185
Membangun Agen Perubahan: TRUK F Maumere Bekali Calon Katekis dan Mahasiswa Cegah Perdagangan Orang

Membangun Agen Perubahan: TRUK F Maumere Bekali Calon Katekis dan Mahasiswa Cegah Perdagangan Orang

  • Kategori: Berita
  • Tanggal 24-01-2026

Membangun Agen Perubahan: TRUK F Maumere Bekali Calon Katekis dan Mahasiswa Cegah Perdagangan Orang

 

TRUK F Maumere menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) dengan tema “Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan Pendekatan Gender Transformatif” yang dilaksanakan selama dua hari, 23–24 Januari 2026, bertempat di Aula Eustochia, TRUK F Maumere.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pater Dr. Anton Camnahas, SVD selaku Ketua Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Kateketik (PKK) IFTK Ledalero, Suster Fransiska Immakulata, SSpS sebagai Pemimpin TRUK F, dan Mba Karsiwen sebagai Ketua Pusat Kabar Bumi Indonesia. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh para mahasiswa dari IFTK Ledalero dan Politeknik Cristo Re Maumere.

Pelaksanaan ToT ini bertujuan untuk membekali calon katekis dan mahasiswa dengan pemahaman yang mendalam mengenai tindak pidana perdagangan orang (TPPO), sekaligus membangun kesadaran kritis akan pentingnya pendekatan gender transformatif dalam upaya pencegahan. Peserta diajak untuk melihat persoalan perdagangan orang tidak hanya sebagai kejahatan hukum, tetapi juga sebagai persoalan kemanusiaan yang berakar pada ketimpangan gender, relasi kuasa yang tidak adil, serta kerentanan sosial dan ekonomi.


Selama kegiatan, para pemateri menekankan bahwa peran calon katekis dan mahasiswa sangat strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui pendidikan iman, pendampingan pastoral, serta keterlibatan sosial, mereka diharapkan mampu menyuarakan nilai keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Dalam sambutannya, Pater Anton menegaskan bahwa isu perdagangan orang merupakan persoalan serius yang menuntut keterlibatan semua pihak, termasuk gereja dan dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa calon katekis dan mahasiswa memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran umat dan masyarakat. “Perdagangan orang adalah kejahatan terhadap martabat manusia. Melalui kegiatan ini, para calon katekis dan mahasiswa dibekali bukan hanya pengetahuan, tetapi juga kepekaan hati dan keberanian untuk bersikap serta bertindak di tengah realitas umat,” ujar Pater Anton.

Suster Fransiska Immakulata, SSpS, selaku Pemimpin TRUK F, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TRUK F dalam membangun kesadaran kolektif dan memperkuat jejaring pencegahan perdagangan orang melalui pendidikan dan pendampingan berkelanjutan.

Sementara itu, Mba Karsiwen selaku narasumber menyampaikan materi mengenai pencegahan tindak pidana perdagangan orang dengan pendekatan gender transformatif. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perdagangan orang sering kali berakar pada relasi gender yang tidak setara, minimnya akses informasi, serta kondisi sosial ekonomi yang rentan. “Pendekatan gender transformatif mengajak kita untuk tidak hanya mengenali korban, tetapi juga mengubah cara pandang, pola relasi, dan struktur sosial yang membuat perempuan dan anak menjadi rentan terhadap perdagangan orang,” jelas Mba Karsiwen.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi materi, diskusi kelompok, refleksi bersama, serta pembahasan studi kasus yang berkaitan dengan realitas perdagangan orang, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Metode partisipatif ini membantu peserta untuk mengembangkan kepekaan sosial, keberanian bersikap, serta kemampuan menyampaikan edukasi pencegahan TPPO di lingkungan masing-masing.


Melalui kegiatan ToT ini, TRUK F Maumere berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga terdorong untuk melakukan aksi nyata di komunitas, kampus, dan paroki, sehingga upaya pencegahan perdagangan orang dapat terus diperluas dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.

(Maria Wihelmi Krisnawati)

Bagikan

Komentar